Kamis, 12 September 2019

Pertanyaan Wawancara Organisasi Osis

1. Jika kamu dilarang keluarga karena kamu terlalu sibuk atau karena alasan penting lainnya, sedangkan masa jabatan kamu masih lama, dan posisi kamu masih penting di organisasi tersebut. Apa tindakan yang kamu ambil?

2. Apa yang kamu pilih? Mempertahankan anggota dan berusaha mengembangkan yang buruk-buruk, mengeluarkan yang buruk dan mempertahankan yang baik biar lebih efektif?

3. Seberapa besar pengaruh organisasi untul masyarakat dan dirimu sendiri?

4. Membuat kegiatan itu mudah. Tetapi bagaimana caranya membuat kegiatan untuk siswa, staff sekolah, bapak ibu guru?Guna untuk kerukunan dan kekompakkan bersama. Lalu seperti apakah kira-kira kegiatannya?

5. Anda diminta oleh seorang sahabat karib yang banyak membantu anda untuk mengangkatnya sebagai pengurus OSIS, padahal anda tau bahwa dia tidak memiliki kecakapan, apa yang akan anda lakukan?







Sumber : Tiara Sonya Pitaloka

Resensi Novel "Better With You"


Resensi Novel "Better With You"


Judul Buku      : Better With You
Penulis             : Krisan Tania
Penerbit           : Senja
Tahun Terbit    : 2014
Tebal Halaman : 220 Halaman

            Fujiwara Shena dijuluki hikikomori, orang yang selalu menyendiri dan mengisolasi diri dari sekitarnya, oleh teman teman satu kampusnya karena julukan itu, Shena harus terima diperlakukan sebagai “pembantu” di klub musik yang diikutinya, padahal gadis itu ingin bisa bernyanyi dan bermain alat musik. Karena itu jugalah, Shena harus berurusan dengan Hiroshi Takuya untuk perlombaan madding antar klub yang diadakan dengan Hiroshi Takuya untuk perlombaan madding antar klub yang diadakan di universitas tempat ia menuntut ilmu di Departemen Keuangan Tokyo. Seluruh klub diminta seolah sedang mempromosikan diri dengan membuat madding menggunakan tema sesuai dengan jenis klub.

            Di saat keduanya semakin dekat, Ryuuji tunangan Shena yang sudah tiga tahun terbangun koma terbangun. Masalah demi masalah muncul di antara Takuya dan Shena. Mulai dari kecelakaan salah satu adik Shena hingga skandal yang timbul dalam karir Takuya. Masalah yang mengancam mereka untuk membunuh perasaaan mereka yang sebanarnya. Hadirnya Ryuuji ( kekasih Shena) dalam kehidupan Shena membuat Takuya kembali menjaga jarak. Mungkin Takuya memang jatuh hati, pada gadis yang salah. Kemegahan kota Tokyo dan nuansa romantis seakan tak berarti lagi di matanya.
            Akhirnya shena pusing memikirkan itu semua hingga ia jatuh sakit. Tetapi pada saat itu Mikoto (Bibi Shena) sudah berubah pikiran. Shena berhak memilih siapa orang yang dicintainya. Ryuuji pun juga akan menerima apapun keputusan Shena karena ia sudah merasa tidak dicintai lagi oleh Shena. Shena pun memilih Takuya dan ingin hidup bersama hingga nanti. Walaupun Shena hanya bertemu Takuya belum cukup lama, tetapi ia sudah sangat mencintai Takuya.

            Saya terkesan membaca novel ini. Alur novel ini cukup baik. Meski ada hal hal yang tidak cukup dikembangkan dalam keseluruhan buku ini. Deskripsi ceritanya terutama untuk latarnya sangat detail. Akan tetapi, karena saya ‘buta’ dengan kota Jepang, jujur saja agak sulit bagi saya umtuk membayangkan dengan sempurna mengenai deskripsi yang tertulis dalam novel tersebut. Tetapi saya terkesan membaca novel ini karena ceritanya menarik. 







Bayangan Diri

Panggilan dan sebutan apa yang layak untuk seorang pengkhayal? Terlalu nyaman dengan dunianya sendiri, dunia kedua yang diciptakan seseorang sesuai dengan ekspetasinya. Menciptakan afeksi melalui beberapa relasi.

 Aku, diriku, adalah pengkhayal yang hobi menuangkan pengalaman berbalut imajinasi ke dalam rangkaian kata melewati media.Tidak pandai membuat alur, menyusun rangkaian kata, membentuk rupa, mengukir kisah, karena aku hanya mengekspresikan apa yang ada di bayangan imajinasi dengan ekspetasi yang tinggi dan tidak semua orang dapat mengerti.


Berusaha mendekorasi rasa sakit sedemikian rupa dan cara lalu menghadirkan keindahan diantara dera nyeri dan mampu mencipta tawa di sela tragedi. Membuka telinga tiada salahnya untuk mengetahui betapa banyak warna susunan kata manusia yang dapat dilontarkan. Membuka mata tiada salahnya untuk melihat betapa indahnya ciptaan-Nya.


 Jangan takut terkena ombak yang tidak sesuai dengan jati diri, semua hanya tergantung bagaimana kita memandang, melewati, melihat, dan cara menyikapi. Layaknya bayangan diri yang mengikuti jalan setapak, mau tidak mau harus bergerak searah tanpa banyak kata. Semampu mungkin menyamakan diri dengan pemiliknya. Sungguh ini relasi yang menimbulkan afeksi. 





Sumber : Tiara Sonya Pitaloka