Panggilan dan sebutan apa yang layak untuk seorang pengkhayal? Terlalu nyaman dengan dunianya sendiri, dunia kedua yang diciptakan seseorang sesuai dengan ekspetasinya. Menciptakan afeksi melalui beberapa relasi.
Aku, diriku, adalah pengkhayal yang hobi menuangkan pengalaman berbalut imajinasi ke dalam rangkaian kata melewati media.Tidak pandai membuat alur, menyusun rangkaian kata, membentuk rupa, mengukir kisah, karena aku hanya mengekspresikan apa yang ada di bayangan imajinasi dengan ekspetasi yang tinggi dan tidak semua orang dapat mengerti.
Berusaha mendekorasi rasa sakit sedemikian rupa dan cara lalu menghadirkan keindahan diantara dera nyeri dan mampu mencipta tawa di sela tragedi. Membuka telinga tiada salahnya untuk mengetahui betapa banyak warna susunan kata manusia yang dapat dilontarkan. Membuka mata tiada salahnya untuk melihat betapa indahnya ciptaan-Nya.
Jangan takut terkena ombak yang tidak sesuai dengan jati diri, semua hanya tergantung bagaimana kita memandang, melewati, melihat, dan cara menyikapi. Layaknya bayangan diri yang mengikuti jalan setapak, mau tidak mau harus bergerak searah tanpa banyak kata. Semampu mungkin menyamakan diri dengan pemiliknya. Sungguh ini relasi yang menimbulkan afeksi.
Sumber : Tiara Sonya Pitaloka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar